Pemkab Kutim Salurkan 89.857 Paket Perlengkapan Sekolah Gratis untuk Siswa PAUD-SMP

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi merealisasikan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah secara masif di awal tahun 2026. Sebanyak 89.857 paket perlengkapan yang terdiri dari buku, seragam, dan sepatu dibagikan secara gratis untuk menunjang kebutuhan pendidikan siswa.

Langkah ini merupakan perwujudan dari salah satu dari 50 program unggulan Pemkab Kutim yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi orang tua siswa di jenjang PAUD, SD, hingga SMP.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara menyeluruh ke sekolah negeri maupun swasta di 18 kecamatan. Berikut adalah rincian jumlah paket berdasarkan jenjang pendidikan:

Jenjang PendidikanJumlah Paket
PAUD14.605 Paket
Sekolah Dasar (SD)54.982 Paket
SMP20.000 Paket
Total Keseluruhan89.857 Paket

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, dalam wawancaranya pada Kamis (22/1/2026), menegaskan bahwa program ini adalah prioritas utama pemerintah untuk memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kutai Timur.

“Kami berusaha sebaik mungkin agar program ini dirasakan langsung oleh siswa-siswi yang ada di Kutim tanpa terkecuali,” ujar Mulyono.

Meskipun penyaluran dilakukan secara besar-besaran, Mulyono mengakui adanya sedikit hambatan di lapangan. Faktor cuaca ekstrem dan bencana banjir yang sempat melanda beberapa kecamatan menjadi tantangan utama dalam distribusi logistik.

“Adapun kendala sebagian sekolah yang belum menerima paket disebabkan oleh peristiwa banjir beberapa waktu lalu. Kami memastikan akan segera mengirimkan paket susulan begitu akses transportasi kembali normal,” tambahnya.

Dampak positif program ini sangat dirasakan oleh warga di tingkat kecamatan, salah satunya di Kecamatan Bengalon. Kepala SD Anugerah Abadi 2 Bengalon, Alex, memberikan apresiasi tinggi karena bantuan ini sangat membantu wali murid yang mayoritas bekerja sebagai buruh harian.

“Tentunya orang tua akan merasa terbantu karena sebagian besar orang tua di sekolah ini berprofesi sebagai pekerja panen. Bantuan seragam dan buku ini sangat tepat sasaran,” ungkap Alex.

Dengan distribusi yang mencakup hingga wilayah pelosok, Pemkab Kutim berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena terkendala biaya perlengkapan. Program ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi keberlangsungan pendidikan di Kutai Timur di masa depan. (*)