Bupati Kutim Instruksikan Percepatan Koperasi Merah Putih, 81 Lokasi Siap Bangun

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) untuk mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Instruksi ini disampaikan Ardiansyah usai mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan KDKMP di Ruang Meeting Diskominfo Staper Kutim, Selasa (25/11/2025).
“Saya sudah langsung berkomunikasi dengan Dinas Koperasi, Disperindag, dan DPMDes untuk percepatan ini,” ujar Ardiansyah.
Saat ini, Kabupaten Kutai Timur mencatat kesiapan lahan tertinggi untuk program tersebut. Dari total 141 desa dan kelurahan definitif, sebanyak 81 titik lahan dinyatakan siap bangun. Dinas Koperasi kini tengah memfokuskan pengerjaan pada penyiapan sisa lahan agar seluruh wilayah siap memasuki tahap konstruksi.
Program ini merupakan mandat Presiden untuk menghidupkan kembali 82.000 Koperasi Unit Desa (KUD) di seluruh Indonesia.
Selain KDKMP, Pemkab Kutim juga memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program “Banksus Desa” (Bank Khusus Desa) yang menyasar tingkat Rukun Tetangga (RT). Program ini memberikan dukungan dana infrastruktur dan modal ekonomi kreatif untuk meningkatkan produktivitas masyarakat serta menanggulangi kemiskinan dan stunting dalam tiga tahun ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyoroti ketidakakuratan data komoditas ekspor daerah. Ia menegaskan sering terjadi diskrepansi antara jumlah barang yang dikirim dengan data yang tercatat di daerah.
“Yang dikirim itu 100, tapi yang kita tahu hanya 10. Ini karena ketiadaan data yang akurat,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, Ardiansyah memerintahkan Disperindag untuk segera menginventarisasi barang-barang yang diekspor agar pencatatan komoditas dilakukan di Kutim, bukan di daerah lain.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, Kepala Diskop dan UKM Teguh Budi Santoso, serta Kepala Disperindag Nora Ramadani. (*)
