Pemkab Kutim Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Para Pelaku Usaha dan Masyarakat Lewat Bimtek

Kaltim, Kutai Timur1351 Dilihat

Balikpapan, – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha dan masyarakat di Hotel Jatra, Balikpapan, Sabtu (26/10/2024). Acara yang dihadiri sekitar 140 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung penurunan emisi gas rumah kaca.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten Kutai Timur, H. Zubair, yang membuka acara  mengatasnamakan Pejabat Sementara Bupati Kutim, H. Agus Hari Kesuma, menekankan pentingnya  menurunkan temuan pelanggaran lingkungan.

“Semakin sedikit temuan, itulah tanda keberhasilan pengendalian yang sebenarnya,” ujar Zubair.

Ia berharap pelaku usaha di Kutim tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga  berinisiatif nyata  melestarikan lingkungan, seperti penanaman pohon produktif.

“Penanaman pohon yang menghasilkan buah, misalnya,  memberikan manfaat lebih luas,” tambahnya.

Zubair juga menyoroti  fenomena cuaca ekstrem yang  meningkat sebagai dampak perubahan iklim.  Oleh karena itu, kesadaran dan tindakan kolektif  sangat dibutuhkan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Ny. Dewi Dohi, menjelaskan Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta DLH Provinsi Kalimantan Timur.  Selain pelaku usaha, Bimtek juga menyasar masyarakat di Kampung Iklim.

“Kami berharap pelaku usaha  memahami dan menerapkan prinsip pengelolaan lingkungan yang baik serta  meningkatkan kepatuhan,” jelas Dewi.

Dewi menyebutkan, DLH Kutim telah memberikan 30 sanksi administratif kepada pelaku usaha sejak 2022 hingga 2024.

“Tingkat ketaatan masih rendah, dan  kami  menginformasikan peraturan baru, yaitu Permen LHK No. 14 Tahun 2024,” ujarnya.

Program Kampung Iklim (Proklim) menjadi salah satu strategi Pemkab Kutim dalam mitigasi perubahan iklim.  Melalui Proklim, DLH Kutim mendorong seluruh pelaku usaha untuk  aktif menjaga lingkungan.  Sekitar 92 peserta mengikuti Bimtek khusus  peningkatan kapasitas pelaku usaha, sementara kelompok lainnya difokuskan pada masyarakat di area Kampung Iklim. (*/ADV)