Perda No 3 Tahun 2007 Tak Banyak yang Dirubah

Kaltim, Parlementaria1048 Dilihat

SANGATTA. Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kutim Maswar, yang membahas perubahan Perda no 3 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, menyatakan tidak banyak perubahan yang dilakukan dalam Perda tersebut. Meskipun diakui, perlunya perubahan karena ada hal-hal mendasar yang tidak sesuai lagi dengan kondisi terkini.

“Perda 03 Tahun 2007, tentang ketertiban umum, akan diubah. Namun tidak terlalu banyak yang akan diubah. Hany beberapa item yang sudah tidak sesuai dengan kondisi kekinian, yang akan diubah. Ini bisa dimaklumi, karena Perda ini sudah cukup lama, ketika Kutim masih kecil, kondisi masyarakat masih kurang. Dengan perkembangan saat ini, maka memang perlu disesuaikan,” katanya.

Disebutkan, contoh perubahan yang akan dilakukan seperti denda. Ini pasti akan disesuaikan lagi. Ruang Terbuka hijau, termasuk penataan lokasi dimana  berjualan. Lokasi peternakan, harus pada tempatnya.

Namun sebelum dilakukan penyesuaian, atau pembahasan, terlebih dahulu akan dilakukan sosialisasi perubahan, untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sebab mungkin saja ada kearipan local yang akan dimasukkan dalam hal ini.

Terkait lokasi sosialisasi, diakui, sebenarnya kalau mau, lebih baik dilakukan di semua kecamatan agar bisa menampung sebanyak-banyak aspirasi masyarakat. Hanya saja, karena waktu, sehingga mungkin akan diutamakan di Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan. Selain itu, nanti juga akan dilakukan studi banding di daerah lain, yang memang sudah berhasil dalam penertiban umum.

Seperti diketahui, Pemkab Kutim mengusulkan Perubahan Perda No 3 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Menurut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang diwakili Asisten Perintahan Umum dan Kesra Poniso Suryo Renggono, pemerintah mengajukan perubahan perda tersebut  untuk menyesuaikan kondisi kekinian di tengah masyarakat. Sebab Perda No 3 tahun 2007, sudah banyak yang tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang. (J/ADV)