Disperindag Kutim Masih Godok HET Gas 3 Kg Untuk Kecamatan

Kaltim, Kutai Timur851 Dilihat

SANGATTA. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, hingga kini belum selesai menggodok harga eceran tertinggi (HET) gas 3 kg. Karena itu, masih memberlakukan  HET yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi untuk kota Sangatta Rp22500 untuk tingkat pangkala. Demikian dikatakan Kadisperindag Kutim Nora Rahmadani, didampingi Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, Ahmad Doni Efriadi.

“Hingga kini kami masih menggodok HET tabung gas elfiji 3 kg untuk kecamatan diluar Sangatta. Karena itu, masih menggunakan HET dari provinsi, khusus kota Sangatta,” kata Doni.

Diakui, dalam menggodok HET gas 3 kg, pihaknya masih koordinasi dengan pihak Bagian Ekonomi Setkab Kutim, untuk menghitungnya.

Disebutkan, HET untuk Sangatta itu Rp22500, di pangkalan. Kenyataan, sudah naik hingga Rp33 ribu, di warung-warung. Tapi sebenarnya tidak dibenarkan ada penjualan tabung 3 kg di warung ”kalau harga di pangkalan lebih dari HET, bisa kami laporkan ke Pertamina. Sanksinya, bisa pemutusan hubungan dengan agen,” katanya.

Untuk itu, masyarakat diminta agar membeli tabung di pangkalan, untuk menghindari harga lebih dari Rp22500.  Sebab pangkalan pertamina di Kutim ini  cukup banyak, sebab untuk satu agen saja, pangkalannya itu bisa sampai 30.

Sekedar diketahui, meskipun di Sangatta ada HET, namun ternyata di tingkat warung, harga elpiji 3 kg, sudah mencapai Rp33, bahkan Rp35 ribu. Apalagi di kecamatan, yang belum ada HET, harga bisa mencapai Rp45 ribu. (K/ADV)