Pansus DPRD Kutim Mulai Panggil Sejumlah Dinas, Terkait Catatan LHP BPK

Kaltim, Parlementaria1067 Dilihat

Sangatta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sejak 20 Mei 2024, memanggil sejumlah dinas yang mendapatkan catatan khusus dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari temuan BPK yang mengindikasikan adanya ketidakberesan dalam pengelolaan keuangan di beberapa instansi pemerintah daerah.

Pansus (Panitia Khusus) LHP BPK yang dibentuk oleh DPRD Kutim telah memulai proses pemeriksaan dengan memanggil para kepala dinas untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait temuan tersebut.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua  Pansus DPRD Kutim Siang Geah bertujuan untuk memastikan bahwa setiap catatan dari BPK ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang konkret.

Beberapa dinas yang dipanggil seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim). Mereka diminta untuk menjelaskan terkait apa yang menjadi catatan BPK, apakah sudah ditindak lanjuti atau tidak.

Ketua Pansus LHP BPK, Siang Geah mengatakan jika pemanggilan sejumlah SKPD tersebut untuk melihat apa yang sebenarnya menjadi catatan BPK, serta meminta penjelasan terkait rekomendasi tersebut.

“Kami hanya melakukan proses pengawasan apakah sudah ditindak lanjuti atau tidak, seperti pada dinas PUPR terdapat beberapa catatan yang harus segera diselesaikan. Kalau tidak salah ada sekitar 6 yang menjadi catatan yang harus segera diselesaikan,” Kata Siang Geah saat ditemui di Ruang Kerjanya.

Selain itu, berdasakan SK Bupati terkait rekomendasi BPK pihaknya akan melakukan pengecekan mana yang menjadi catatan, kemudian disampaikan ke pansus. “Apasih yang menjadi catatan itu, misalnya  seperti kekurangan volume dan berbagai temuan lainnya. Hal itulah yang kemudian harus segera diselesaikan, semisal ada pengembalian. Itulah yang tugas kami sebagai pansus untuk memastikan bahwa catatan itu prosesnya sudah sejauh mana.” Pungkasnya (J/ADV)