DPRD Berharap Pekerjaan Tidak Menumpuk di Akhir Tahun

Kaltim, Parlementaria1109 Dilihat

SANGATTA.  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Faizal Rachman berharap agar proses pengadaan barang dan jaza, terutama pembangunan fisik tidak menumpuk lagi di akhir tahun, seperti tahun lalu, yang mengibatkan  sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) besar, karena banyaknya pekerjaan yang tidak terlaksana.

Faizal Rachman mengatakan, dengan adanya pelantikan kepala SKPD,  yang telah dilakukan Bupati Kutim untuk mengisi beberapa jabatan kosong tingkat eselon II di Lingkungan Pemkab Kutim, maka manajerial di lingkungan SKPD, bisa berjalan baik, sehingga semua program yang telah direncanakan bisa selesai tepat waktu.

“Dengan adanya pimpinan baru di SKPD, maka diharapkan mereka berhasil menggenjot keterlambatan yang terjadi sekaranag ini,” kata Faizal Rachman kepada media ini belum lama ini.

Dijelaskannya, jika katerlambatan pekerjaan proyek APBD murni bisa dikerjar, maka tidak akan  ada lagi penumpukan pekerjaan di akhir tahun seperti  tahun sebelumnya. Dimana kegiatan perubahan dan kegiatan murni, kejar-kejaran, tidak bisa dibedakan mana kegiatan murni mana kegiatan perubahan.  Padahal, seharusnya, kalau dikerjakan sesuai dengan jadwal, sejak awal tahun maka  seharusnya ada jeda antara pekerjaan APBD murni dengan pekerjaan di APBD perubahan itu sendiri.

“DI SKPD itu kan  ada namanya Rencana umum Pengadaan (RUP). Dengan RUP itu, direncanakan setiap kegiatan itu dilaksanakan, kapan. Seharusnya jadwal pelaksanaan sesuai RUP itu dilaksanakan.  Tapi, jangan RUP juga disusun dengan menumpuk pekerjaan di akhir tahun. Karena kalau itu terjadi, maka jadinya repot juga. Jadi harusnya dibagi perbulan, bulan ini kerjakan apa, bulan ini kerjakan apa, sehingga pekerjaan terbagi dengan baik agar tidak menumpuk di akhir tahun,” harapnya. (j/ADV)