Proyek  Tahun Jamak Progres Masih Dibawah Target

Kaltim, Parlementaria747 Dilihat

SANGATTA.  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Faizal Rachman mengakui dari pantauan yang telah dilakukannya, ternyata progress pembangunan proyek tahun jamak masih dibawah target progress yang diharapkan. Ini terjadi karena memang proses lelang yang terlambat, sehingga pekerjaan juga terlambat.

Seperti dalam kasus pembangunan Pelabuhan Sangatta. Dimana, di lapangan khususnya pembangunan causeway,   progress pekerjaan masih kecil.  Ini terjadi karena memang proses lalang yang terlambat sehingga pekerjaan juga terlambat dimulai.

Akibatnya, anggaran yang disiapkan dalam tahun 2023, tidak terserap maksimal. Semisal di tahun 2023 disiapkan Rp67 miliar, yang terserap hanya Rp23 miliar, sisanya Rp 43 miliar, khusus untuk fisik. “Ini artinya penyerapan anggara itu tidak maksimal.

Padahal, menurutnya, kalau pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan itu bisa melakukan lelang awal, dengan koordinasi dengan LPSE,  pekerjaan bisa dilakukan lebih awal. Sebab memang itu dibenarkan secara aturan. Namun faktanya, lelang baru dilakukan Agustus- hingga September, sehingga pekerjaan lambat dimulai.

“Padahal, proyek tahun jamak itu diharapkan dikerjakan lebih cepat, agar selesai tahun 2024 ini. Namun, dengan  progres yang kelihatan masih kecil, mungkin  tidak akan selesai. Hanya saja, SKPD terkait masih yakin akan  selesai tepat waktu. Karena itu kita harapkan seperti itu,” katanya.

Faizal juga berharap, dalam proyek tahun jamak, seharusnya  semua kontraktor itu professional, bukan modal pinjam PT. selain itu, kontraktor yang memiliki modal besar,  tidak berharap DP, baru kerja, alat punya, agar bisa kerja sesuai dengan target .”Tapi nanti akan kita lakukan evaluasi,” katanya. (*/ADV)