Dinas Kesehatan Kutai Timur Siap Luncurkan Program ILP pada Juni 2024

Kaltim, Kutai Timur961 Dilihat

Sangatta, – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) siap meluncurkan program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) pada bulan Juni 2024 mendatang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kutim.

ILP merupakan salah satu agenda prioritas nasional dalam transformasi sistem kesehatan. Program ini akan mengintegrasikan layanan kesehatan di tingkat primer, mulai dari Posyandu, Puskesmas Pembantu (Puskesmas Pembantu), hingga Puskesmas. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah, lengkap, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Bahrani Hazanal, melalui Fungsional Administrator Kesehatan Ahli Madya Sub Koordinator Pelayanan Kesehatan Primer Rini Palakian Mande, menjelaskan bahwa program ILP ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta. Hal ini difokuskan pada penguatan pelayanan kesehatan primer yang mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, hingga ke tingkat pelayanan paling bawah, yaitu Posyandu dan Puskesmas Pembantu.

“Integrasi pelayanan primer ini mencakup integrasi pelayanan mulai dari Posyandu, Puskesmas Pembantu, hingga Puskesmas,” kata Rini Palakian Mande saat ditemui di Ruang Kerjanya.

Pemerintah Kabupaten Kutim telah menetapkan lima lokus utama untuk program ILP, yaitu:

Puskesmas Telukpandan (mewakili Puskesmas Perkotaan)

Puskesmas Teluk Lingga (mewakili Puskesmas Perkotaan)

Puskesmas Kaliorang (mewakili Puskesmas Pedesaan)

Puskesmas Kaubun (mewakili Puskesmas Pedesaan)

Puskesmas Karangan (mewakili Puskesmas Desa Terpencil)

Dari kelima Puskesmas tersebut, terdapat  satu Puskemas yang dibiayai atau didampingi oleh lolopan yakni Puskesmas Kecamatan Kaubun. “Jadi sejauh ini tahapan atau proses yang sudah kami lakukan di Kutim yakni penyiapan regulasi dari program ILP ini, baik berupa Surat Keputusan (SK) Bupati maupun SK Kepala Dinas terkait lima wilayah yang menjadi lokus utama Program ILP ini. Serta beberapa SK lainnya. Karena itu, kita berencana akan melaunching program ILP ini pada bulan Juni mendatang,” Terangnya

Diakuinya, meski program ini akan segera di launching namun masih terdapat kendala seperti kurangnya tenaga kesehatan di dua Pusban, yakni Pusban di Kecamatan Kaubun dan Pusban Teluklingga. “Selain tenaga kesehatan, juga terkendalan pemenuhan alat kesehatan di Pusban, namun hal itu sudah diajukan ke Kementrian Kesehatan, tapi belum ada feedbacknya,” Ucapnya (*/ADV)