DPRD Kutim Berharap Pembangunan IPA PDAM Bengalon Terealisasi 2025

Kaltim, Parlementaria1026 Dilihat

SANGATTA.  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Abdi Firdaus  mengatakan Kecamatan Bengalon masih sangat membutuhkan tambahan pasokan air bersih dari Perusahan Umum Daerah Air Minum (Perumdan) Tirta Tuah Benuah Kutai Timur. Pasokan air ini perlu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di berbagai desa  yang memang belum terlayani, bahkan termasuk untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga kota Bngalon, yang juga memang terus bertumbuh, karena pertambahan penduduk kota.

“Di Kecamata Bengalon ini masih membutuhkan pasokan air bersih yang cukup banyak. Selain melayani desa yang memang belum terjangkau jaringan PDAM, juga untuk melayani rumah tangga dalam kota yang memang terus bertambah,” kata Abdi Firdaus kepada sejumlah awak media.

Diakui, untuk merealisasikan tambahan pasokan air bersih bagi masyarakat Bengalon, PDAM telah merencanakan pembangunan IPA baru di sana. Pembangunan itu sudah perencanaan, tinggal pembangunan fisik yang direncanakan tahun 2025.

“PDAM sudah merencanakan pembangunan IPA PDAM baru di Bengalon. Anggarannya sudah masuk untuk tahun 2025, tapi kami lupa nilainya berapa,” jelas Abdi.

Abdi mengakui, jika pembangunan  IPA ini terealisasi, maka setidaknya akan mengurangi  masalah keurangan pasokan air bersih di Bengalon, yang selama ini  menjadi salah satu masalah selama ini di  masyarakat Bengalon.

Beberapa waktu sebelumnya, Direktur PDAM Suparjan, pada wartawan  mengakui, jika produksi air bersih IPA Bengalon, masih jauh dari cukup. Karena itu PDAM berencana melakukan peningkatan kapasitas produksi air bersih IPA  Bengalon dengan membangun IPA baru, dengan kapasitas 50 liter per detik ke atas.

“yang jadi kendala saat ini adalah sumber air baku, yang diharapkan mampu mensuplai kebutuhan IPA dalan jangka panjang, agar tidak perlu ada lagi penimdahan IPA, karena alasan air baku,” katanya.

Untuk itu, demi meningkatkan kapasitas produksi Air Bersih di Bengalon pihaknya berencana akan mencari tempat untuk pembangunan IPA yang baru yang dianggap aman untuk lima puluh tahun kedepan, meskipun dalam kondisi kemarau. (*/ADV)