Sinergi Lintas Sektor Perkuat Layanan Kesehatan Primer di Kutai Timur

Kaltim, Kutai Timur1076 Dilihat

TERASKALTIM.ID, Sangatta – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengadakan Rapat Koordinasi Lintas Sektor dan Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) Tahun 2024. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), puskesmas, dan rumah sakit, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Acara dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Pemkesra Setiap Kutim) Poniso Suryo Renggono. Dalam sambutannya, Poniso menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antar sektor dalam mendukung pelaksanaan program ILP di Kutai Timur.

“Terkait lintas sektor, ini berkaitan dengan camat, kepala desa, dan perangkat daerah terkait yang bisa mendukung terkait dengan pelayanan kesehatan,” jelas Poniso.

Lebih lanjut, Poniso menjelaskan bahwa terdapat lima kecamatan yang menjadi lokus Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) Tahun 2024. Ia pun meminta camat, kepala desa, dan seluruh stakeholder untuk bersinergi dalam menyukseskan program ini.

“Hal ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan dasar yang merata dan memadai yang terus berlanjut,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Bahrani Hasanal, menambahkan bahwa ILP merupakan upaya untuk menata dan mengoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup bagi individu, keluarga, dan masyarakat.

“Dengan adanya ILP ini tentunya akan menjadi layanan berdasarkan siklus hidup, di mana ada (beberapa) klaster 1, klaster 2, klaster 3, dan klaster 4. Klaster tersebut meliputi manajemen, layanan kesehatan untuk ibu hamil, bayi, balita, dan remaja, layanan untuk usia produktif hingga lanjut usia, serta penanggulangan penyakit menular,” jelas Bahrani. (*/ADV)