Bupati Kutim Tinjau Arus Mudik dan Pos Terpadu di Malam Takbiran

Kaltim, Kutai Timur1081 Dilihat

TERASKALTIM.ID, Sangatta, – Pada malam takbiran yang jatuh pada Selasa (9/4/2024), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang dipimpin oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman dan didampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang melakukan peninjauan arus mudik dan pos terpadu yang berlokasi di Simpang Tiga Jalan AW Syahrani (Eks Jalan Pendidikan).

Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati

Bupati Ardiansyah Sulaiman, yang ditemui usai kegiatan, menjelaskan bahwa mengawali kegiatan pada malam takbiran ini, beliau melepas rombongan takbir keliling Kota Sangatta. Kemudian, beliau melakukan zoom meeting di Polres Kutim dengan Kapolda Kalimantan Timur dan Pangdam Mulawarman.

“Kita melakukan pertemuan dengan Kapolda dengan zoom meeting. Alhamdulillah arahan dari beliau sama juga yang diarahkan dengan Bapak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo terkait dengan keamanan kenyamanan pada saat Hari Raya Idulfitri 1445 H,” bebernya.

Ardiansyah menambahkan bahwa arahan tersebut menjadi SOP bagi semua daerah dalam operasi ketupat yang ada di seluruh Kabupaten/Kota se-Kaltim agar semua bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan bersama.

Situasi Arus Mudik dan Pos Terpadu

Berdasarkan pantauan dari pos terpadu, keamanan yang ada berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan apapun. Hal ini dikarenakan kesiapan dan kesigapan tim gabungan.

Bupati Ardiansyah berharap semoga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan selama arus mudik ini.

Pesan untuk Pemudik

Bupati Ardiansyah berpesan kepada pemudik apabila meninggalkan rumah agar memastikan kondisi rumah aman. Dari keadaan kelistrikan rumah, kemudian kompor dan tabung gas yang ada di dapur.

“Jangan sampai rumah ditinggalkan kondisi listrik berfungsi. Misalnya televisi, AC atau kipas angin masih menyala harus dimatikan arus listriknya. Begitupula di dapur untuk ibu-ibu pastikan kompor sudah mati,” pesannya.

Selanjutnya, jika meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, beliau berpesan agar pemudik menginformasikan kepada tetangga, RT atau keamanan yang terdekat, agar lebih awal diantisipasi apabila terjadi apa-apa. (*)