Ribuan Hektare Sawah di Sangatta Selatan, Long Masengat, Kongbeng dan Kaubun Bakal Diuntungkan Irigasi Baru

Kaltim, Kutai Timur1128 Dilihat

SANGATA – Guna melancarkan aliran air ke lahan persawahan agar kesuburan tanah di lahan persawahan di Sangatta Selatan, rencananya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) 2024 ini akan membangun program irigasi.

Mulai tahun 2024 ini, akan memulai membangun proyek irigasi dalam rangka untuk mengairi ribuan hektare sawah di empat kecamatan.

Kepala Dinas TPHP Kutim Dyah Ratnaningrum menjelaskan, pembangunan irigasi ini untuk mengairi persawahan di empat kecamatan. khususnya daerah yang merupakan penghasil padi sawah lokal.

“Meliputi empat kecamatan, yaitu Sangatta Selatan, Long Masengat, Kongbeng dan Kaubun,” jelas Dyah.

Dijelaskan lebih jauh olehnya, dari empat program irigasi yang akan dibangun tahun ini, Sangatta Selatan menjadi prioritas utama. Karena di Sangatta Selatan terdapat lahan persawahan seluas 200 hektare (Ha). Untuk desain sekaligus perencanaan program dimaksud menurut Dyah sudah diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Data dan gambar sudah ada dengan saya dan sudah diserahkan ke Dinas PUPR Kutim. Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara Dinas PTHP dengan PUPR,” kata Dyah yang asli Trenggalek kembali menegaskan. “Karena kalau kami dari Dinas TPHP hanya mengusulkan, sedangkan yang mengerjakan dan melaksanakannya melalui Dinas PUPR Kutim,” tambah Dyah.

Dyah Ratnaningrum, S.Pt, M.Si Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan. Foto: Adi Sagaria Pro Kutim

Menurut Dyah, Dinas PUPR sudah meninjau salah satu irigasi di Long Masengat yang mengalami pendangkalan. Selanjutnya walaupun Sangatta Selatan mendapat prioritas dan tiga kecamatan lainnya, bukan berarti program dimaksud nantinya bakal tidak dilaksanakan. Namun teknisnya saja yang tidak bersamaan. Selain Sangatta Selatan, Long Mesangat, Kongbeng dan Kaubun memang di desain menjadi sentra penghasil beras. Karena memiliki luasan lahan yang mencukupi. Terlebih Kecamatan kaubun yang sementar ini sudah sukses menjadi salah satu sentra penghasil beras lokal hingga ribuan ton.

“Jadi pembangunan irigasi di empat kecamatan ini, karena memang merupakan penghasil dan lumbung padi sawah lokal di Kutai Timur. Setiap tahun mampu memproduksi padi cukup signifikan,” kata Dyah Ratnaningrum, ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dia yakin dengan semakin meningkatnya sistem pengairan di lahan persawahan di Kutim akan berdampak pada peningkatan produksi padi sawah di daerah ini. Dengan demikian harapan untuk memenuhi kebutuhan beras di Kutim yang terus meningkat dapat tercapai. Pastinya kebutuhan beras akan terus meningkat seiring penambahan jumlah penduduk Kutim. Irigasi juga bakal meningkatkan jumlah pembukaan lahan persawahan baru.

Kepala Dinas PUPR Muhammad Muhir membenarkan rencana pembangunan irigasi di empat kecamatan di Kutim tersebut.

“Iya benar, InsyaAllah kami akan melaksanakannya, dimulai tahun ini dengan anggaran murni 2024,” kata Muhamad Muhir.

Rencana pembangunan irigasi di Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan ini disambut positif pengurus Kelompok Tani Sumber Makmur. Melalui Karman, Sekretaris Kelompok Tani Sumber Makmur RT 06 Gunung Karet Jalan HM Ardans Desa Sangatta Selatan, ucapan terima kasih para petani disampaikan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kalau memang (irigasi) dibangun. Karena dengan begitu tentu hasil panen kami akan meningkat dari produksi sebelumnya,” kata Karman yang akrab dipanggil Maman, ditemui dipersawahan poktan Senin, (18/3/2024)

Menurut Karman Kelompok Tani Sumber Makmur yang diketuai Jamaluddin dengan 29 anggotanya memiliki lahan 70 Ha. Dari jumlah itu 30 Ha sudah terbuka dan menghasilkan ratusan ton sekali panen. (kopi8/kopi3)