Desa di Kutim Harus Tonjolkan Potensi Lokal untuk Majukan Wilayah dan Kurangi Ketergantungan APBD

Kaltim, Kutai Timur987 Dilihat

Sangatta, – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengingatkan desa-desa di Kutim untuk mulai menyiapkan diri sejak sekarang. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah pusat untuk membatasi produksi dan ekspor batu bara mulai tahun 2030.

“APBD kita saat ini ditopang sekitar 80 persen dari sektor mineral dan gas. Tetapi mulai tahun 2030 sudah mulai dibatasi produksinya. Bahkan pada 2050 tidak dibolehkan lagi ekspor kecuali dalam bentuk bahan lain, seperti etanol atau bio diesel. Jadi sekarang harus siapkan diri,” ujar Ardiansyah dalam Rapat Kerja II Persatuan Anggota BPD se Kutim pada Senin (2/1/2024) di Gedung Serba Guna, Pusat Perkantoran Pemkab di Bukit Pelangi Sangatta.

Ardiansyah mengatakan, desa memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut harus digali dan dioptimalkan.

“Desa harus tonjolkan potensi lokalnya. Seperti pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pariwisata, dan sebagainya. Dengan begitu, desa akan semakin maju dan mandiri, dan tidak lagi bergantung pada APBD,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga mengapresiasi kinerja BPD dalam membantu pemerintah desa dalam membangun dan memajukan desa. Ia berharap, BPD dapat terus bersinergi dengan pemerintah desa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“BPD adalah mitra strategis pemerintah desa. BPD berperan penting dalam mengawasi dan memberikan masukan bagi pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan,” katanya.

Rapat Kerja II PABPD se Kutim diikuti oleh 70 anggota perwakilan BPD dari seluruh kecamatan di Kutim. Rapat ini mengusung tema “Optimalisasi Pembangunan Desa Untuk Kutai Timur Lebih Maju dan Sejahtera, Bersatu, Berjuang, Bermartabat”.

Dalam rapat tersebut, BPD memaparkan hasil evaluasi terhadap program-program pembangunan desa yang telah dilaksanakan. BPD juga memberikan masukan kepada pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas pembangunan desa.

Acara dihadiri oleh Ketua TP PKK Kutim Hj Siti Robiah dan perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Kutim. (copy)