Askab PSSI Kutim Gelar Kursus pelatih Lisensi D

Kaltim, Kutai Timur1314 Dilihat

SANGATTA – Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kutai Timur (Kutim) telah melaksanakan kursus pelatih sepakbola lisensi D PSSI. Acara ini diresmikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Kutim, Kasmidi Bulang, yang juga menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Kutim. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Cafe Maloy Hotel Victoria pada Jumat (1/12/2023) kemarin.

Wabup Kasmidi Bulang mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim sangat mendukung semua kegiatan olahraga di daerah ini, termasuk cabang olahraga sepak bola. Hal ini terlihat dari besarnya anggaran yang diberikan untuk kegiatan olahraga baik melalui Dinas Pemuda dan Olahraga maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim.

“Anggaran olahraga di Kabupaten Kutim sangat besar, baik untuk pembangunan sarana dan prasarana olahraga maupun kegiatan cabang olahraga. Seperti event kejuaraan, coaching clinic, pelatihan pelatih, dan pelatihan wasit,” ujar Kasmidi Bulang.

Wabup juga memberikan pesan kepada peserta kursus untuk memanfaatkan semua ilmu yang diberikan oleh pemateri agar dapat diterapkan untuk kemajuan sepak bola di Kutim. “Terapkanlah ilmu ini kepada anak-anak Kabupaten Kutim. Semoga apa yang kita lakukan hari ini akan membawa nama baik Kabupaten Kutim di masa depan,” harapnya.

Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, menjelaskan bahwa mereka selalu berusaha untuk memajukan sepak bola dari tingkat desa, kecamatan hingga ke Kabupaten Kutim. Ia juga mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan lisensi ini di seluruh Indonesia, seharusnya ada biaya yang harus dikeluarkan. Namun, berkat dukungan dan akses yang diberikan oleh Ketua Askab PSSI Kutim, kursus ini dapat diikuti secara gratis.

Sebelumnya, Ketua Panitia, Pandi Widiarto, menyatakan bahwa acara ini adalah momen kebangkitan sepak bola Kutim ke masa depan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Askab PSSI Kutim atas dorongan dan dukungan yang diberikan sehingga program dan kegiatan Askab PSSI Kutim dapat terlaksana dengan baik. “Kami bersyukur bahwa Askab PSSI Kutim semakin berkembang hari ini dan telah memberikan sejumlah prestasi bagi Kutim,” ucapnya.

Lebih lanjut, Pandi menjelaskan bahwa jumlah peserta kursus lisensi diploma PSSI nasional sebanyak 30 orang. Mereka terdiri dari tiga kriteria, yaitu perwakilan dari kecamatan yang mewakili klub mereka, perwakilan dari sekolah sepakbola di beberapa kecamatan yang aktif dan berbadan hukum, serta kriteria pemain profesional seperti mantan pemain liga atau mantan pemain positif.

Dalam kursus ini, peserta akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendalam dalam melatih sepak bola. Dengan adanya kursus ini, diharapkan akan muncul lebih banyak pelatih berkualitas yang dapat membantu mengembangkan sepak bola di Kutim.

Kursus pelatih sepak bola lisensi D PSSI adalah langkah yang positif dan progresif dalam mendorong pertumbuhan olahraga sepak bola di Kutai Timur. Dukungan pemerintah daerah dan Askab PSSI Kutim sangat penting untuk tetap memajukan persepak bolaan Kutim ke tingkat yang lebih baik di masa depan. Semoga dengan adanya kursus ini, dapat tercipta bibit-bibit pelatih sepak bola yang berkualitas dan mampu membawa prestasi untuk Kutai Timur. (*/ADV)