Disnaker  Naikkan UMK 2024 4,74 persen dari UMK 2023  

Kaltim, Kutai Timur1828 Dilihat

SANGATTA. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bersama Dewan Pengupahan Daerah  menyepakati besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2024, sebesar Rp 3.515 juta. Jumlah ini lebih tinggi 4,74 persen dari  UMK tahun 2023,  sebesar Rp 3.356 juta.  Selain lebih tinggi dari UMK 2023, juga lebih tinggi dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim sebesar Rp 3.360.858.

Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan kenaikan UMK ini berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama Pemkab Kutim dan Dewan Pengupahan Daerah Kutim.

“UMK kita naik, saya dapat laporan Disnakertrans dari Rp 3,3 jutaan menjadi Rp 3,5 juta sekian,” kata Ardiansyah.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kutim Sudirman Latif mengatakan UMK Kutim naik 4,74 persen dari Kaltim.

“UMK kita lebih tinggi dari pada UMP Kaltim,” jelas Sudirman Latief.

Sudirman menjelaskan penetapan UMK Kutim berdasarkan angka inflasi Provinsi Kaltim sebesar 3,07 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,58 persen. Selain itu berdasarkan formula yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2023 perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan dengan menggunakan nilai koefisen alfa 0,30.

Acuannya,  menggunakan angka UMK tahun 2023 lalu, dikali dengan pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi yang kemudian dibagi dengan angka alfa. Kutim lantas mengambil alfa tertingginya, rata-rata antara 0,10 sampai 0,30. “Kita ambil yang paling atas (0,30) sehingga memang relatif tidak ada protes dari dewan pengupahan,” jelasnya. (*/ADV)