Kutim Berencana Gandeng Nestle Buat Pabrik Bubuk Pisang

Kaltim, Kutai Timur1098 Dilihat

SANGATTA. Kutai timur  memiliki banyak sumber daya yang dapat diolah menjadi bahan baku industri. Salah satunya adalah pisang, yang memang selama ini cukup melimpah di Kutim bahkan sudah masuk pasar ekspor ke berbagai Negara tetangga Indonesia.

Menurut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, untuk memanfaatkan pisang sebagai bahan baku industry.  Pihaknya telah meminta Dinas Tanaman Pangan,  Holtikultura dan Peternakan  melakukan komunikasi dengan perusahan dalam rangka pemanfaatan pisang sebagai bahan baku industry. Dari komunikasi yang dibangun dengan Nestle, salah satu perusahan yang bergerak di industri makanan, diharapkan siap membangun industry tepung pisang di Kutim.

“Dari komunikasi Dinas Pertanian  dengan Nestle, diharapkan perusahan ini membangun industry tepung pisang di Kutim. Untuk itu, saya minta komunikasi diintensifkan,” kata Ardiansyah Sulaiman belum lama ini

Seperti diketahui, Kutim kini menjadi salah satu daerah pengembangan pisang di Kaltim. Pada tahun 2021 dilakukan pengembangan sentra kawasan pisang khususnya pisang Kepok Gerecek seluas 75 hektar di Kabupaten Kutai Timur.

Bahkan pemerintah provinsi melalui Dinas  Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispan TPH), membantu Kutim dalam memperluas lahan tanam pisang, dengan memberikan bantuan berupa benih 27.000 polybag, herbisida 385 liter dan kapur pertanian 80 kg, beberapa tahun lalu, Sebagai sentra produksi pisang, kutim tahun 2019 mampu berproduksi 47.452 ton dan tahun 2020 meningkat 49.559 ton pisang.

Dari puluhan ribu ton pisang tersebut, sebagian besar telah diekspor ke negara tetangga, seperti Malaysia. (*/ADV)