Jimmy Usul Ke Pemkab Kutim Beli Helikopter untuk Penanggulangan Karhutla 

Parlementaria1045 Dilihat

Sangatta – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kutim, Jimmy, mengusulkan adanya pengadaan helikopter bom air (water bombing) sebagai sarana pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Inspirasi usulan ini didasarkan pada keberhasilan penggunaan helikopter bom air dalam memadamkan karhutla di beberapa negara, seperti Australia.

Dengan luas wilayah Kutai Timur yang terdiri dari 18 kecamatan, dipandang penting untuk memiliki kendaraan udara yang dapat memadamkan api karhutla secara efektif.

Saat ini, kendaraan pemadam karhutla yang ada di Kutai Timur tidak mampu menjangkau wilayah yang jauh dalam waktu singkat, seperti Kecamatan Kaubun, Kongbeng, dan Muara Wahau. Untuk mengatasi hal ini, Jimmy mengusulkan adanya helikopter yang dapat ditempatkan di Kutai Timur, mirip dengan praktik di Jakarta di mana satu helikopter selalu siaga di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Karna itu, kita butuh satu helikopter di Kutai Timur, seperti di Jakarta di mana satu helikopter tetap siaga di kantor BPBD,” jelasnya pada Rabu (1/11/2023).

Namun, pengadaan helikopter bom air juga membutuhkan fasilitas penimbangan air yang memadai. Salah satu solusinya adalah dengan memiliki kolam air besar yang dapat digunakan sebagai sumber air untuk helikopter tersebut. Kolam air ini dapat berupa bendungan atau memanfaatkan air bekas galian tambang yang memiliki kapasitas yang cukup untuk memadamkan karhutla.

Usulan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan dan kapasitas Kutai Timur dalam menangani bencana karhutla. Dengan adanya helikopter bom air dan fasilitas penimbang air yang memadai, diharapkan Kabupaten Kutai Timur dapat merespons karhutla dengan lebih efisien dan efektif, serta meminimalkan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

Semoga usulan ini dapat segera direalisasikan untuk menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat Kutai Timur dalam menghadapi bencana karhutla. (*/ADV)