DPRD Minta Dinas Sosial Tertibkan Anak-Anak Peminta di Jalan Rusak

Nasional, Parlementaria1254 Dilihat

Sangatta – Anggota DPRD Kutaiur Komisi C, Joni, mengecam  perlakuan orang tua yang mempekerjakan anak-anak mereka untuk meminta uang di sepanjang jalan rusak dan berlubang di Kecamatan Sangatta Selatan.

Keluhan ini muncul ketika Joni melakukan kegiatan Sosialisasi Perda Perlindungan Anak di wilayah tersebut. Dalam sesi sosialisasi, beberapa warga mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap praktek ini dan mempertanyakan tanggung jawab orang tua yang terlibat.

Joni mengecam perlakuan ini dan menyadari bahwa keadaan ini membutuhkan tindakan tegas untuk menertibkan anak-anak yang dimanfaatkan dalam tindakan ilegal tersebut. Ia menekankan bahwa tuntutan ini pada anak-anak dilakukan oleh orang tua mereka sendiri, seringkali karena tekanan ekonomi yang membuat mereka merasa tindakan ini adalah satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Timur akan melakukan upaya penertiban bekerja sama dengan pihak terkait. Langkah ini penting dilakukan karena sebagian besar warga yang terlibat dalam praktek ini merupakan masyarakat miskin yang seharusnya mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.

Joni meminta pemerintah daerah untuk mengutuk tindakan ini dan mempertanyakan alasan di balik perlakuan orang tua terhadap anak-anak mereka sebagai peminta uang di jalan. Jika alasan yang dikemukakan adalah masalah pekerjaan, pemerintah perlu mencari solusi dengan menawarkan lapangan kerja bagi orang tua yang terlibat.

“Segera kami akan mengirim surat kepada Dinas Sosial untuk melakukan penertiban terhadap anak-anak yang terlibat dalam pemintaan uang di pinggir jalan, serta menanyakan alasan dari orang tua mereka. Jika masalahnya memang terkait dengan faktor ekonomi, kami akan berusaha menyediakan lowongan pekerjaan untuk mereka,” kata Joni pada tanggal 30 Oktober 2023.

Namun, Joni juga mencatat bahwa praktek pemintaan uang di jalanan tidak hanya dilakukan oleh anak-anak. Orang dewasa juga terlibat dalam hal ini. Oleh karena itu, koordinasi yang baik antara aparat keamanan diperlukan untuk mengamankan mereka. Joni menjelaskan, “Mereka seringkali menutup satu jalur, sehingga hanya memberikan satu akses bagi pengguna jalan lainnya.”

Dengan langkah tegas ini, diharapkan anak-anak dan remaja yang terlibat dalam pemintaan di jalan rusak dapat mendapatkan perhatian dan bantuan yang sesuai dari pihak berwenang, serta orang tua mereka diberikan alternatif pekerjaan yang layak untuk mengatasi kebutuhan ekonomi mereka. (*/ADV)