DPRD Minta PDAM Melakukan Efisiensi

SANGATTA. DPRD Kutai Timur meminta Perusahan Umum Daerah (Perumdan) Air Minum Tirta Tuah Benuah melakukan efisiensi, dengan menekan kebocoran agar bisa kembali untung, seperti tahun 2020 lalu. Dimana tahun 2020 lalu, PDAM  untung Rp4,5 miliar. Namun tahun 2021, sesuai dengan hasil audit Badan Pemeriksa keuangan (BPK), merugi Rp2,7 miliar lebih.

“Kami dari DPRD Kutim meminta agar PDAM ini melakukan efisiensi dengan menekan kebocoran agar bisa kembali untung,” jelas anggota DPRD Kutim Hipnie Armansyah, pada wartawan.

Diakui, memang dari audit BPK, diketahui jika DPAM masih menjual rugi air produksi mereka senilai Rp1100 per kubik. Namun,  jika melakukan efisiensi, tetap untung seperti tahun sebelumnya. Sebab, jika dilihat dari kebocoran sekitar Rp20 persen produksi air PDAM, itu nilainya sekitar Rp24 miliar pada tahun 2021,  maka artinya, jika menekan kebocoran hingga 10 persen saja, PDAM sudah untung, karena dari hitungan DPRD, itu bisa memberikan pendapatan tambahan senilai Rp12 miliar.

“Kita lihat data tahun 2021, produksi air 13 juta lebih. Kalau bocor 20 persen, itu sekitar Rp2,7 juta mater kubik, jika dikali dengan nilai jual Rp8000, itu artinya ada kerugian Rp24 juta. Kalau ini ditekan hingga 20 persen, maka ada saving Rp12 miliar.  Bahkan  jika kebocotan bisa lebih kecil lagi, itu artinya PDAM sudah bisa untung,” katanya.

Diakui, memang PDAM masih menjual air dengan rugi Rp1100 dari harga pokok produksi. Namun jika mereka bisa melakukan efisiensi,  dengan menekan kebocotan, itu bisa menguntungkan. “Memang berdasarkan Permen PU, diisinkan kebocoran 20 persen,  namun kalau memang itu bisa ditekan, mengapa tidak agar bisa menguntungkan. Memang PDAM itu misinya untuk pelayanan, namun bukan berarti tidak boleh untung, kalau memang bisa. Agar Untung harus bisa menekan kebocorang,” katanya.

Diakui, jika tahun 2020 bisa untung, sementara tahun 2021 malah rugi, ini berarti ada penurunan kinerja.  Untuk itu, DPRD minta agar PDAM bisa meningkatkan kinerjanya lebih baik lagi. Sebab kini sudah tambah direktur. “Kalau dulu Direkturnya hanya satu orang tapi untung, seharusnya dengan tiga orang direktur sekarang, hendaknya kinerja lebih baik,” katanya. (ADV/J/TK)