Camat Busang Minta Kantornya di Rehab

Kaltim, Kutai Timur631 Dilihat

Sangatta – Lantaran Gedung Kantor Kecamatan Busang, sudah berusia puluhan Tahun, Camat Busang Impung Anyeq meminta agar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bisa memberikan anggaran yang cukup untuk bisa melakukan perbaikan kantor.

Pasalnya, kantor tersebut sudah dibangun sejak puluhan tahun lalu, namun tak pernah ada perbaikan. Padahal, tiap tahun pihaknya selalu mengusulkan untuk perbaikan, namun tidak pernah ada.

“Justru yang tidak kami minta yang ada. Misalnya, kanopi untuk parkiran, tidak pernah kami minta tapi dipasang. Tong sampah kayu, itu ada padahal kami tidak butuh. Kami berharap ke depan, apa yang dibutuhkan di kecamatan lah yang diberikan, termasuk rehap kantor, agar lebih layak untuk pelayanan masyarakat,” kata Impung, saat mengikuti rapat Organisasi Perangkat daerah (OPD) dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Poniso Suryo Renggona, beberapa waktu yang lalu

Dijelaskannya kalau menunggu kantor rusak parah, itu akan memakan biaya besar. Itu artinya menunggu Dinas PU yang harus kerjakan. Padahal, kalau dari awal, bisa dilakukan perbaikan-perbaikan pada bagian yang rusak, mungkin kerusahan yang parah itu bisa diatasi, sehingga kantor tetap dalam kodisi layak untuk pelayanan pada masyarakat.

“Sebanarnya, bukan hanya di Busang, saya yakin kasus ini sama di beberapa kecamatan lainya di Kutim, yang kantornya masih terbuat dari kayu, dan dibangun puluhan tahun lalu,” katanya.

Diakui, kantor yang kini ditempati sekarang ini, jika diperkirakan, kerusahan memang masih sekitar 20 persen lebih. Karena masih kecil, seharusnya masih bisa dilakukan perbaikan ringan, tidak perlu menggunakan anggara besar.

Terkait dengan permintaan Camat, Poniso mengakui, sebagai mantan camat , sangat paham dengan apa yang terjadi di Kecamatan. Karena itu, seharusnya ke depan, bukan hanya kecamatan, tapi kantor dinas lainnya juga harus menyiapkan anggaran untuk rehap ringan, agar kantor tetap layak, bersih dan menarik.

“memang seharusnya ada anggaran perbaikan, terutama di APBD murni. sehingga kantor tidak perlu dilakukan perbaikan yang besar. Karena kalau besar, maka harus Dinas PU yang kerjakan. Minimal ada anggaran untuk pengecatan, agar kantor itu memang terawat, dan bagus,” Tuturnya (*/j)