Ratusan Guru dan Pegawai Disdik Ikuti Gebyar Pendidikan dan Launching Beasiswa

Kaltim, Kutai Timur446 Dilihat

SANGATTA. Ratusan guru dari  SD, hingga SMP, terutama dari sekolah negeri di Kutai Timur mengikuti gebyar pendidikan dan launching Beasiswa, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG), kompleks perkantoran Bukti Pelangi. Acara diisi penyerahan beasiswa, penyerahan pakaian seragam sekolah, hingga pakaian batik, bagi guru.

Untuk menyemarakkan acara, selain peserta diberikan  cinderamata, berupa plas flashdisk juga diadakan undian berhadian berbagai perbotan rumah tangga, bagi para guru yang hadir.

PLT Kadisdik Kutim Irma Yuwinda pada wartawan mengatakan,  dalam acara tersebut, Disdik menyerahkan beasiswa ‘kutai Timur’, yang diadosi dari program Kaltim tuntas. Dimana mereka yang mendapatkan beasiswa dari program ini, dipastikan  adalah mahasiswa belum mendapat beasiswa dari Kaltim Tuntas, maupun dari beasiswa perusahan seperti Beasiswa KPC Cerdas. Nominal beasiswa  ini Rp6,5 juta hingga maksimal Rp35 juta per semester.

Hal sama dengan beasiswa stimulan, bagi anak SD dan SMP, yang juga diberikan kali ini. Mereka yang menerima juga anak yang kurang mampu, namun juga belum mendapat beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), serta beasiswa dari lembaga lain termasuk dari perusahan.

“Kita memang pendidikan sudah gratis, namun beasiswa yang kita berikan bukan lagi untuk membayar uang sekolah, namun untuk biaya operasiinal si anak. Misalnya, untuk beli buku, atau uang transpor, dan kebutuhan lainnya, yang berkaitan dengan pendidikan. Jadi sifatnya memang stimulan,” katanya.

Selain menyerahkan beasiswa, dalam kesempatan itu juga diserahkan seragam sekolah merah putih bagi SD dan seragam putih biru, bagi SMP. “Untuk tahun ini, masih sepajang saja dulu, tahun berikutnya baru akan kita pikirkan untuk serangam lainya termasuk seragam pramuka. Jadi kita hanya satu set  dulu,” katanya.

Mereka yang diberikan seragam juga tidak semua, namun berdasarkan daftar anak-anak  dari sekolah-sekolah. Sebab sasarannya juga yang kurang mampu, dan masih layak untuk dibantu. “Untuk DS, tahun ini ada 4200 seragam, semantara untuk SMP, ada 1200 lebih seragam,” katanya. (j/TK)