Serapan APBD Kutim Jadi Perhatian Kemendagri

Kaltim, Kutai Timur464 Dilihat

Sangatta – Lantaran serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih terbilang rendah. Nampak hal tersebut menjadi perhatian Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Inspektur Pembantu (Irban) wilayah II Inpektorat Wilayah (Itwil) Kutai Timur Hendri Permadi, saat berlangsungnya coffee morning di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Senin (29/8/2022)


“Minggu lalu ada monitoring penyerapan anggaran yang dilakukan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang di laksanakan di Kota Samarinda, angka serapan anggaran kita, kurang lebih baru sekitar 51 persen. Karena itu, pihak Kemendagri mengharapkan di akhir Bulan September 2022 mendatang realisasi anggaran kita bisa mencapai lebih dari 60 persen,” Kata Hendri Permadi
Dijelaskannya, meski tidak terdapat arahan akan ada pemberian sangsi jika realisasi anggaran sebesar tersebut belum bisa dipenuhi. Namun menurut Hendri Permadi dalam pertemuan tersebut yang menjadi perhatian Kemendagri, bahwa Kemendagri hanya ingin memastikan bahwa di dalam rekening Kas Daerah itu terdapat Anggaran Pendapatan sebesar kurang lebih Rp 1,3 Triliun, yang seharusnya tidak menjadi masalah bagi Pemkab Kutim terkait pembiayaan.


“kalau sangsi sih tidak ada, cuman dalam pertemuan itu di buatkan berita acara bahwa realisasi anggaran harus melebihi angka 60 persen di akhir bulan September 2022 mendatang. Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Inpektorat Wilayah, BPKAD dan Bapenda,” Bebernya
Diakuinya, pihaknya juga telah menyampaikan ke Kemendagri terkait penyebab lambatnya serapan anggaran. “memang kami sampaikan juga Dinas PU dan Perkim banyak yang belum teralisasi.Salah satu kendala karena biasanya kalau fisik itukan nanti di akhir baru bisa di realisasikan Makanya kalau sangsi tidak ada sih,” Tuturnya