Banjir Surut Fokus Pemulihan dan Membersihkan Fasilitas Umum

Kutai Timur548 Dilihat

SANGATTA. Bupati Ardiansyah Sulaiman yang memantau kondisi banjir Sangatta Utara dan Selatan mengakui jika air telah surut, dan kering. Karena itu, kemarin Kamis (24/3), tim tanggap darurat banjir akan melakukan pemulihan, dengan melakukan pembersihan fasilitas umum yang terdampak banjir seperti Puskesmas, rumah ibadah, sekolah dan jalanan.

“Seluruh kekuatan dan armada akan dikerahkan untuk kegiatan pembersihan fasilitas umum termasuk sekolah, fasilitas kesehatan dan rumah ibadah.  Dari laporan yang ada, beberapa rumah ibadah yang terdampak sudah dibersihkan masyarakat, begitu juga dengan gedung sekolah.  Karena itu, tim akan memprioritaskan  pembersihan Puskesmas dan jalan sepanjang Jalan Yos Sudarso, “jelas Ardiansyah didampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang. di ruang Posko Utama tanggap darurat banjir di Kantor BPBD Kutim.

Dari pantauan wartawan, pemulihan dan pembersihan fasilitas umum yang dilakukan, selain melihatkan pegawai, TNI, Polri,   juga melibatkan karyawan perusahan dan masyarakat umum. Mereka serentak membersikan sampah yang dibuang masyarakat ke trotoar jalan, terutama di sepanjang Jalan Yos Sudarso, APT Pranoto dan daerah sekitarnya yang telah terendam banjir selama beberapa hari.  

Dikatakan, penurunan air terjadi di hampir sebagian besar lokasi terdampak banjir. Terutama di Kecamatan Sangatta utara. Hampir 80 persen sudah kering, hanya ada beberapa titik yang masih tergenang. Karena itu, akan dilakukan rekayasa atau penyesuaian  terkait dengan distribusi  kebutuhan sehari-hari.

“Terutama Sangatta Utara, permintaan makanan siap saji dari dapur umum yang didirikan oleh masyarakat sudah tidak ada lagi. Namun laporan yang masuk ke dapur umum yang dikelola oleh tim tanggap darurat Dinas Sosial,bersama TNI Polri masih ada permintaan. Tentu  tim tanggap darurat banjir akan menghitung kemampuan logistik baik yang ada di BPBD maupun Dinas Sosial, apakah memungkinkan pemberian paket sembako kepada masyarakat terdampak,” katanya.

“Karena sebagian besar masyarakat terdampak sudah pulang ke rumah, ada rencana membagikan paket sembako, tetapi kita akan kalkulasi terlebih dahulu kemampuan kita. Dari data yang disampaikan oleh Camat Sangatta Utara, ada 11 ribu KK. Tetapi tidak semua akan mendapatkan, tim akan survey, keluarga mana yang layak mendapatkan bantuan. Jadi datanya harus akurat, “ katanya. (jn)