Banjir Mulai Surut, Tumpukan Sampah Mulai Bermunculan

Kutai Timur625 Dilihat

SANGATTA. Banjir bandang yang melanda Sangatta Utara dan Sangatta Selatan dalam beberapa hari terakhir, kini mulai surut. Diperkirakan, ketinggian sudah turun sekitar 50 cm. Meskipun surut, namun masih banyak lokasi yang memang terbilang rendah, seperti Jalan APT Pranoto, termasuk gang-gang di pinggir sungai Sangatta, masih terendam.


Seiring turunnya air, pemilik rumah yang sudah lepas dari banjir, kini mulai membersihkan rumah mereka, dengan menguras genangan air dalam rumah, serta membuang sampah, baik sampah yang dibawa air, termasuk perabotan rumah tangga yang kini rusak dan tidak dipakai. Akibatnya, tumpukan sampah kini bermunculan di berbagai lokasi, terutama di pinggir jalan utama, mulut-mulut gang.

Seperti terlihat di Jalan Yos Sudarso IV, simpang Munte. Tumpukan sampah mulai menggunung, meskipun air di sekitar lokasi, belum turun sepenuhnya. Sehingga, diperkirakan tumpukan sampah masih akan terus bertambah, seiring makin surutnya air, daiam masyarakat terus melakukan pembersihan rumah mereka. Ani, salah seorang warga di sana mengatakan, baru membersihkan rumah bagian depan. Sementara bagian belakang termasuk dapur, belum bisa karena masih terendam banjir.

“Mungkin kalau besok bisa surut, benar-benar kering, baru semua sampah dari rumah warga yang terendam bisa dibuang. Jadi sampahnya masih akan terus bertambah. Kalau tidak segera diangkat, maka bisa nanti menggunung,” katanya.

Dari pantauan wartawan, beberapa mobil petugas kebersihan sebenarnya bertugas mengangkut sampah sepanjang hari kemarin. Terlihat, beberapa diantaranya hilir mudik hingga siang mengangkut sampah, namun mungkin karena dalam beberapa hari sampah banyak menumpuk terendam bajir, tidak bisa diangkut sehingga tidak habis terangkut. Selain itu, sampah terus bertambah karena masyarakat membersihkan rumah mereka yang sudah mulai kering.
Kepala UPTD Kebersihan Sangatta Utara Muhammad Muhafi mengakui, meskipun dirinya ikut kebanjiran, namun dirinya tetap mimpin anggotanya mengangkut sampah ke TPA.

“Kami kerja 24 jam, mengangkut sampah. Anggota saya gilir kerja. Tapi memang sampah akan terus mengalir dari rumah warga yang kebanjiran, karena mereka melakukan pembersihan rumah mereka. Ini pekerjaan rumah bagi kami dalam beberapa hari ke depan,” katanya. (jn)