Banjir Paksa Sekolah dan Kantor Pemerintah ‘Tutup’

Kutai Timur541 Dilihat

SANGATTA. Banjir yang menerjang Kota Sangatta dan Sangatta Selatan dalam empat hari belakangan, berdampak pada kegiatan formal seperti kantor pemerintah dan sekolah. Meskipun tidak ada imbauan tertulis untuk libur, namun dipastikan sebagian besar pegawai dan guru, termasuk murit ikut merasahan dampak banjir, sehingga pemerintah masih dapat memaklumi jika pegawai tidak masuk kantor.
“Kita tidak ada libur resmi untuk kantor. Tapi mau diapa, karena memang sebagian besar pegawai kita rumahnya terendam. Kalau barang-barang mereka terendam, bagaimana bisa ke kantor. Jadi kita maklumi saja kondisi ini,” jelas Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada wartawan.
Disebutkan, kalaupun ada pegawai rumahnya aman, namun bisa saja ikut jadi relawan membantu masyarakat terdampak, termasuk keluarga yang ikut kebanjiran. Karena itu, dengan kondisi seperti ini, maka pihaknya masih bisa memaklumi jika banyak pegawai tidak masuk kantor.
“Tapi, saya perintahkan, pegawai yang memang tidak terdampak banjir, yang memag punya kesempatan untuk kerja, agar tetap masuk kantor seperti biasa. Terutama menyelesaikan tugas-tugas yang penting untuk diselesaikan,” katanya.
Sementara itu, dari pantauan wartawan, perkantoran selama dua hari kerja, tidak kelihatan ada aktifitas berati. Hanya Dinas kesehatan dan Dinas Pendidikan yang kelihatan cukup banyak pegawai masuk kantor. Namun kantor-kantor lainya, terlihat sepi, tak ada aktifitas.
Sementara itu, untuk sekolah, meskipun tidak ada edaran resmi untuk libur, namun karena sebagian sekolah dijadikan tempat penampungan, atau ada pula yang terendam banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar juga tidak ada. “Sekolah kami dijadikan tempat penampungan. Makanya, kita ndak bisa sekolah. Nanti kalau air surut, masyarakat kembali ke rumahnya, baru kita sekolah kembali,” kata salah seorang guru yang tak mau disebut namanya.
Seperti diketahui, karena bergitu dahsyatnya banjir kali ini, sehingga pemerintah telah menetapkan tanggap darurat selama 14 hari, dalam rangka penanganan dampak banjir. Bahkan dalam penanganan banjir kali ini, pemerintah Kutim telah meminta bantuan dari Pemkab – Pemkot daerah lain, termasuk Pemprov untuk turut bahu membahu membantu masyarakat.