Pemkab Siapkan Anggaran Rp 6 Miliar Untuk Seragam Sekolah dan Guru

Kutai Timur433 Dilihat

Sangatta – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Wakilnya Kasmidi Bulang tahun ini memulai menunaikan janji kampanyenya.  Salah satu janji polistik yang akan ditunaikan tahun ini adalah penyediaan seragam sekolah bagi anak SD dan SMP, termasuk guru yang menjadi tanggungjawab Kabupaten. Demikian diakui Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, beberapa hari lalu pada wartawan.

“Tahun ini, janji kami menyedian baju seragam bagi anak sekolah dan guru itu akan dipenuhi. Anggaranya sudah disiapkan di Dinas Pendidikan,” katanya.

Bukan hanya sekolah negeri, namun sekolah swasta juga akan kebagian seragam ini, termasuk gurunya. “Meskipun anggaran kita terbatas, namun ini program yang perlu kita tunaikan, demi peningkatan mutu pendidikan di Kutai Timur,” katanya.

Sementara itu PLT Kepala Dinas Pendidikan Kutim Hj Irma Yuwinda didampingi Kasubag Program Sarah mengakui, Disdik menyiapkan anggaran sekitar Rp. 6 miliar untuk pengadaan seragam. Seragam anak sekolah nilainya sekitar Rp4 miliar, sementara seragam guru nilainya sekitar Rp2 miliar.   

Seperti diketahui, ASKB memiliki tujuh skala prioritas  yang merupakan janji kampanye mereka saat Pilkada lalu, termasuk dibidang pendidikan didalamnya ada pengadaan seragam sekolah. Selain itu ada pengadaan buku sekolah, beasiswa Kutim Tuntas bagi pelajar dan mahasiswa, peningkatan Bantuan Operasional Sekolah (BOSDA) negeri dan swasta, peningkatan insentif guru dan tenaga pendidikan, perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan seluruh kecamatan dan mendorong pencapaian standar akreditasi A bagi sekolah negeri dan swasta.

Jaji politik lainnya yang juga sedang garap adalah penyiapan lapangan pekerjaan bagi 50.000 tenaga kerja, bantuan modal usaha UMKM dan pelatihan keterampilan, pembangunan dan perbaikan pasar di setiap kecamatan, program Rp 50 juta per RT, pembangunan Gedung UKM Center dan pemberian bantuan keluarga terdampak Covid-19.

Di kesehatan, ada program gratis BPJS bagi masyarakat tidak mampu, menambah pembangunan Rumah Sakit Pratama, peningkatan pelayanan kesehatan puskesmas setiap kecamatan, peningkatan insentif tenaga kesehatan dan gratis biaya persalinan bagi keluarga tidak mampu, dan lain sebagainya.