Sejak Pandemi Covid-19, Banyak Perusahan Bantu Alat Medis

Kutai Timur335 Dilihat

Sangatta – Sejak pandemi covid-19 mewaba, banyak perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur memberikan bantuan, termasuk diantaranya ada memberikan alat kesehatan bagi Pemkab Kutim, untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Salah satunya yang diterima Pemkab Kutim, Rabu (5/1) adalah mobile X-Ray System dari PT Thiess, salah satu subkontarktor PT KPC.

Bantuan mobile X-Ray diserahkan Nur Priyo Utomo selaku Project Manager PT. Thiess dan diterima Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, di ruang kerjanya.

Saat menerima bantuan tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah didampingi Direktur RSUD Kudungga dr Yuwana Sri Kurniawati, serta Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal. Dalam kesempatan itu, Ardiansyah Sulaiman mengaku banyak perusahan memberikan kontribusi selama pandemi, termasuk memberikan alat kesehatan.


“Termasuk Hari ini PT Thiess, memberikan mobil X Ray. Alat ini tentu sangat dibutuhkan Rumah Sakit Kudungga, terutama terkait dengan masalah covid-19. Meskipun kita berharap covid -19ini segera berakhir, agar alat ini difungsikan untuk lainnya,” katanya.


Diakui, dalam kondisi yang seperti sekarang, yang memang untuk pertama kalinya dialami, sehingga bantuan alat medis apapun sangat dibutuhkan.


Ardiansyah pun mengakui, meskipun sudah ada bantuan diterima pemerintah untuk alat kesehatan dari beberapa perusahan, namun tetap menerima bantuan lain, karena memang masih banyak yang dibutuhkan. Karena untuk memenuhi kebutuhan alat medis, APBD tidak akan sanggup.


Apalagi, memang Kutim ini dikenal sebagai daerah Kaya, bahkan Menteri pun tau itu, sehingga mereka meminta pemerintah daerah untuk koordinasi dengan perusahan yang ada di Kutim untuk kolaborasi membangun Kutim.


“Kutim ini memang jadi daerah penting sebagai penyangga ekonomi IKN, termasuk dari sisi ekonomi nantinya. Karena itu saya sebagai Bupati, harus mempersiapkan apapun yang dibutuhkan untuk mendukung peningkatan ekonomi, termasuk infrastruktur. Makanya kami sudah koordinasi dengan PT KPC, agar menyerahkan Bandara Tanjung Bara, untuk dikembangkan sebagai bandara komersial atau umum. Sedangkan untuk Tol laut, kami berharap tahun 2023, Pelabuhan Sangatta, dan pelabuhan Maloy, bisa operasi, sedangkan untuk jalan nasional yang saat ini masih kondisinya kurang baik, itu sudah ada komitmen pemerintah pusat untuk menyelesaikannya hingga tahun 2024,” katanya. (Jn)