Terkait Ada ASN Positif Pengguna Narkoba, Wabub Imbau Pegawai Yang lain Jangan Ikut-ikutan

Kutai Timur484 Dilihat

Sangatta – Setelah Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Timur bersama Satreskoba Polres Kutim menggelar tes urine dadakan terhadap sejumlah pengawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur beberapa waktu yang lalu. Akhirnya mendapati beberapa TK2D dan ASN positif menggunakan narkoba. Tentunya kejadian ini sedikit mencoreng wajah Pemkab Kutim, terutama OPD tempat pegawai bersangkutan bekerja.

Wabup Kutim H Kasmidi Bulang selaku Ketua BNK mengaku jika tes urine kepada sejumlah pengawai memang merupakan  kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. “mengapa wajib, jangan sampai kita ini pelayanan ternyata kita juga adalah orang-orang pemakai narkoba, dan secara kebetulan secara ex officio menjadi ketua BNK sehingga saya intruksikan melakukan tes urine,” Kata H Kasmidi Bulang kepada sejumlah awak media saat di Kantor Bupati Kutim, Senin (20/12/2021)

Selanjutnya, H Kasmidi Bulang mengaku bagi TK2D dan ASN terjaring dalam tes urine yang terindikasi positif narkoba, sudah ditangani Satresnarkoba Polres Kutim untuk dilakukan pembinaan. Berangkat dari hal itu, dirinya berharap agar kejadian itu bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak dan menginginkan kedepan tidak ada lagi pengawai yang ditemukan sebagai pengguna.

“Karena selain akan merugikan diri sendiri, pastinya juga akan merusak kualitas pelayanan kepada masyarakat,” Imbuhnya

Selain itu, H Kasmidi Bulang juga mengaku berencana akan memanggil TK2D dan ASN tersebut.  “Akan kita panggil. Kalau untuk pemecatan mungkin tidak. Terkecuali dia kedapatan langsung mengunakan narkotika, mau tidak mau harus ada sangsi yang harus diberikan kepada pegawai yang menggunakan narkotika,”jelasnya

Karena itu, menurut Kasmidi Bulang kedepan pihaknya menginginkan seluruh Pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur harus disterilkan terlebih dahulu dari bahaya Narkotika. “Jadi nanti semua OPD, badan dan kantor akan di lakukan tes, setelah itu baru kita ke Kecamatan. Karena kita mau semua petugas kita, itu dulu yang harus di sterilkan.” Tutupnya (TK)