Potensi Wisata Penangkaran Buaya Butuh Investor

Kaltim, Kutai Timur381 Dilihat

SANGATTA.  Dinas Pariwisata Kutim yang telah beberapa tahun berdiri, ternyata belum mampu mengangkat  pariwisata Kutim,  apalagi sebagai  sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meskipun, kutim dianggap daerah yang potensial untuk pengembangan wisata, mulai potensi budaya, panorama alam serta biota alam yang dimiliki.  Yang bila dikelola dengan baik, akan berpotensi menjadi objek wisata yang menarik, namun belum bisa dikembangkan  untuk menjadi sumber PAD..  Seperti diakui Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

“Objek wisata kita di Kutim ini, sangat kaya.  Mulai dari potensi budaya, panorama alam, hingga biota laut yang ada di sepanjang pantai. Dan yang paling potensial adalah buaya kita yang sangat banyak. Kalau ini dikelola, maka akan menjadi objek wisata yang sangat menarik,” katanya.

Untuk buaya , diakui sangat potensial, hanya saja butuh dana besar. Kalau andalkan dana pemerintah, tidak akan sanggup. Maksudnya, buaya ini kalau dibuatkan penangkaran, itu akan menjadi objek  wisata yang sangat menarik.  Namun  tentu butuh investor besar, untuk mengelolanya.  Sebab, buaya ini, selain akan dibangunkan penangkaran,  butuh dana untuk memberikan makan tiap hari. “Biaya makan ini yang tidak bisa dari APBD,” katanya.

Diakui, karena objek wisata itu harus dalam satu kawasan  yang terintegrasi dengan baik, maka dirinya melihat lokasi yang paling strategis untuk penangkaran buaya adalah  di Bengalon dan Kenyamaukan.

“Bengalon ini dekat dengan  pantai sekrat. Pantai ini terkenal dengan hamparan pasir putihnya yang sangat indah.  Jadi kalau disana dibuat,  pengunjung pantai bisa sekaligus melihat objek penangkaran buaya,” katanya. 

 Untuk kenyamukan,  ini bisa terintegrasi dengan Pelabuhan Kenyamukan, yang saat ini juga ramai dijadikan masyarakat sebagai lokasi  wisata baru. Kalau  disana dibangun  penangkaran buaya, maka pengujung pelabuhan bisa sekaligus  menikmati objekwisata penangkatan buaya.  “Saya berharap , kita bisa menemukan investor yang mau berinvestasi pada opjek wisata penangkaran buaya ini, agar dapat dijadikan  objek wisata unggulan Kutim ke depan,” katanya. (jn)