Lirik PAD dari Sektor Pariwisata, Dispar Kutim Mulai Kembangkan Wisata Susur Sungai

Kutai Timur405 Dilihat

Sangatta – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur kembali menggelar pelatihan promosi pengembangan produk potensi wisata susur sungai Sangatta. Pelatihan tersebut tak lain sebagai upaya untuk bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemkab Kutim Suroto, Kepala Dispar Kutim Nurullah, Anggota DPRD Kutim Basti Sanggalangi, dan pemateri dari Dosen Polnes Samarinda Fauzan Noor yang berlangsung di Cafe Maloy Hotel Royal Victoria, Rabu (27/10/2021).

“Saya menyambut baik kegiatan pelatihan dalam promosi wisata susur sungai khususnya di Sangatta, selain dapat menjadi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD), hasil pelatihan ini ke depan bisa mengembangkan paket wisata susur sungai yang sesuai SOP dan safety (aman) untuk kenyamanan wisatawan, sekaligus keberadaan wisata susur sungai bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kesadaran untuk memelihara sungai dan bantarannya,” jelasnya Asisten Ekbang Pemkab Kutim Suroto saat membuka kegiatan.

Selanjutnya jadikan dengan wisata susur sungai ini untuk Sungai Sangatta menjadi halaman depan yang tetap terjaga lingkungannya. “Nikmati pesona Sungai Sangatta dengan tidak lagi membuang sampah apa pun. Nilai plusnya menjaga alam itu akhirnya juga dinikmati warga dengan merasakan lingkungan yang sehat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dispar Kutim Nurullah menegaskan jika pihaknya berfokus mengembalikan fungsi daya tarik kapal ponton di Sungai Sangatta bisa kembali bergeliat.

“Karena baru saja dibangun Jembatan Massabang yang berada di perbatasan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, keberadaan kapal ponton tidak terpakai lagi. Nah, kita mencari solusi terbaik dengan mengoptimalkan kembali kapal ponton bisa beroperasi dengan berada di jalur pariwisata,” urainya.

Jadi Dispar Kutim lewat kegiatan ini menggandeng para pelaku wisata, agen travel, akademisi, pemerintahan kecamatan hingga DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kutim.

“Ada 35 peserta yang ikut dalam pelatihan ini. Kita fokus mengembangkan promosi wisata susur sungai khususnya Sungai Sangatta dengan konsep strategi yang matang,” jelasnya.