Pemkab Bentuk Tim Terpadu Selesaikan Persoalan Pelabuhan Kudungga

Kaltim, Kutai Timur382 Dilihat

Sangatta – Kementerian Perhubungan nampaknya masih setengah hati untuk menyerahkan Pelabuhan Kudungga Sangatta ke Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Pasalnya meski Pelabuhan tersebut telah diserahkan, oleh Pemerintah Pusat ke Pemkab Kutim. Namun statusnya Pelabuhan Kudungga itu,  masih berstatus pelabuhan pengumpul yang ranahnya masih dipegang langsung oleh Pemerintah Pusat. Melainkan seharusnya, status pelabuhan itu adalah pelabuhan penumpang lokal, agar proses penyelesaian pembangunan pelabuhan itu bisa menggunakan APBD Kutim.

Karena itu, kini Pemerintah Kabupaten Kutai Timur membentuk tim yang dipimpin langsung Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang untuk segera menyelesaikan persoalan itu

Kepada wartawan, Kasmidi mengakui, dirinya segaja memimpin langsung tim terpadu itu, dengan harapan bisa segera menyelesaikan persoalan terkait dengan pelabuhan Kudungga. “Kita telah membentuk tim untuk menangani masalah pelabuhan Kudungga. Didalamnya ada Dinas Perhubungan selaku  leading sektor,” katanya.

Untuk menyelesaikan masalah itu, Kasmidi mengakui, telah meminta Kadis Perhubungan untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Kementerian Perhubungan di Jakarta, agar dilakukan perubahan status pelabuhan pengumpul menjadi pelabuhan penumpang lokal. Dengan status itu, maka ada kewenangan daerah, untuk membangun. “Kita harap, masalah ini bisa selesai dalam waktu dekat,” katanya.

Kasimid mengatakan, jika perubahan status pelabuhan tersebut dapat terealisasi di akhir tahun, maka  anggaran bisa segera dikucurkan untuk melanjutkan pembangunanya. Termasuk APBD Perubahan tahun ini, atau anggaran tahun depan.

Agar progres tetap berjalan, Kasmidi menyatakan, rencananya pembangunan jalan penghubung menuju pelabuhan didahulukan. Pembangunan jalan penghubung menuju kawasan pelabuhan diprioritaskan, yang akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Jalan yang masih urukan tanah akan ditingkatkan jadi permanen. Lengkap dengan drainase di kedua sisi jalan.

Selain persoalan status, juga masih ada masalah lahan yang beberapa bagian masih ada yang belum dibebaskan, yang juga akan segera dituntaskan.

“Kami lihat tadi ada beberapa anggaran yang bisa dipakai di APBD Perubahan nanti. Kami coba selesaikan secepatnya,” katanya.

Meskipun ada keterlambatan pembangunan Pelabuhan Kudungga, namun Kasmidi percaya status Pelabuhan Kudungga sebagai salah satu pelabuhan tol laut, tidak akan berubah. “yakinlah tidak akan dialihkan itu,” katanya.