Sukses Divaksin, Bupati Minta Masyarakat Tak Lagi Persoalkan Vaksin

Kaltim, Kutai Timur436 Dilihat

Sangatta – Setelah mengikuti suntik vaksin di awal Maret 2021 lalu, pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik ini, kembali mengikuti vaksinasi termin kedua Pelangi sekira pukul 09.00 Wita, di Gedung Serba Guna Perkantoran Bukit Pelangi Jum’at (19/3/2021)

Usai divaksin, baik Bupati Ardiansyah Sulaiman maupun Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengaku tak merasakan keluhan bahkan merasa lebih sehat. “Alhamdulillah saat penyuntikan pertama sampai kedua ini tidak ada keluhan sama sekali,” Ucap Ardiasyah Sulaiman

Menurut Ardiansyah Sulaiman vaksinasi ini sangat penting untuk dilakukan karena mampu menguatkan imun tubuh dan menanamkan anti bodi didalam tubuh.

“Nah sekarang saya hanya meminta masyarakat tidak lagi mempersoalkan vaksin, atau mempertanyakan kasiat dari vaksin. Sebab hitungan kesehatannya sudah sangat jelas dan kita harus menggunakan vaksin yang ada saat ini,” jelasnya

Selain itu, hingga saat ini pihaknya juga masih memperjuangkan sisa vaksin yang belum di distribusikan ke daerah. Sebab vaksinasi untuk pelayanan publik di Kutim sebelumnya di usulkan sekitar 15 ribu vaksin. Namun yang datang hanya sekitar 6 ribu vaksin.

“Ini yang masih kita perjuangkan juga muda-mudahan nanti bisa lebih banyak lagi dapatnya,” Imbuhnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hazanal meminta bagi yang sudah melaksanakan vaksinasi termin kedua untuk tetap menjalankan protokol kesehatan serta istrirahat secukupnya dan menjaga pola makan.

“karena vaksin kedua ini adalah pembentukan anti bodi selama kurang lebih 28 hari. Sehingga diharapkan beristirahat secukupnya dan mengkonsumsi makanan bergisi. Sehingga anti bodi yang tumbuh di dalam tubuh lebih optimal dan mampu membantu kita untuk menangkal penularan covid-19.” Ujarnya

Lebih lanjut, Bahrani menambahkan terkait vaksinasi tahap selanjutnya, pihaknya masih menunggu kebijakan Pemprov Kaltim. “Karena provensi yang membagikan kesetiap daerah. Namun jumlah vaksin yang datang ke provensi juga sangat terbatas, sehingga setiap usulan dari Kabupaten Kota, hanya sebagian yang baru bisa di akomodir, seperti di Kutim.”Tutupnya  (Tk/*)