Sebelum Dihibahkan, Pelabuhan Kudungga Sudah Habiskan Ratusan Miliar Anggaran Pemkab Kutim

Kaltim, Kutai Timur351 Dilihat

Sangatta…Setelah kementrian perhubungan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan aset Pelabuhan Kudungga Sangatta ke Pemkab Kutim yang ditandai dengan penyerahan surat hibah oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Sangatta Rian Riko kepada Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang di ruang tempudau kantor Bupati Kutim.

Namun sebelum penyerahan aset pelabuhan kudungga itu, ternyata sejak awal pelaksanaan pembangunan fasilitas di pelabuhan kudungga sudah menghabiskan anggaran hingga ratusan miliar, melalui dua sumber dana dana yaitu dari APBD Kutim dan APBN.

Hal tersebut dibenarkan oleh kepala Dinas perhubungan kutim Rizali Hadi, bahwa ejak awal pelaksanaan pembangunan fasilitas di pelabuhan kudungga mendapatkan dua sumber dana dari APBD dan APBN

“dari APBD Kutim ; pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada tahun anggaran 2011 lalu, telah melakukan survei investigation Design (SID) dan dalam melaksanakan pembangunan fisik, dengan mengalokasikan anggaran tahun 2011 hingga 2013 sebesar kurang lebih Rp 261 miliar untuk sisi laut (Dermaga dan Trestle) dengan Marore Multi Years Contract (MYC-I).”jelasnya

Dan pada tahun anggaran 2013 hingga 2016 pemerintah kabupaten kutai timur juga telah menggelotorkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 47 miliar untuk (reklamasi sisi darat seluas 2,4 hektar) juga dengan MYC-II

“Sementara anggaran yang bersumber dari APBN, Kementrian perhubungan Cq Direktorat jenderal perhubungan laut telah mengalokasikan anggaran pada tahun anggaran 2011-2012 sebesar Rp 64 miliar untuk pembangunan causeway (500×6) M2 dan reklamasi (50X50) M2.” Ungkapnya

Lebih lanjut, Rizali Hadi juga mengakui bahwa pada tahun 2021 mendatang pemerintah kabupaten kutai timur belum menganggarkan angggaran untuk penyelesaian pembangunan causeway pada bagian sisi darat pelabuhan.

“Untuk sementara yang kita terima belum di PPAS belum. Cuman saya juga sudah sampaikan laporan ke Plt Bupati Kutim. Jadi akan di upayakan di 2021 bisa dilanjutkan pembangunannya dan jangan sampai 2021 juga kosong. Apalagi kita perjuangkan hibah ini jugakan perluh butuh waktu yang panjang.” Ucapnya