Bapenda Pertimbangkan Pelayanan Tambah Loket

Kaltim, Kutai Timur576 Dilihat

SANGATTA. Pandemi covid-19, telah  mengubah banyak hal, termasuk pelayanan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda. Jika sebelum  pandemi, pelayanan  dilakukan dari Senin hingga Jumat, dilakukan hingga sore, namun akibat pandemi,  pelayanan dilakukan  hanya dari Senin hingga Kamis. Itupun  dilakukan hanya hingga pukul 12.00 Wita.

Melihat antusiasme masyarakat untuk menunaikan kewajibannya membayar pajak  cukup tinggi,  Bapenda mengaku kini ingin melakukan perubahan, agar bisa memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Termasuk  agar tidak terjadi penumpukan di ruang tunggu.  Sebab, sistem layanan on line yang  telah diluncurkan beberapa bulan lalu, ternyata tidak banyak digunakan masyarakat. Masyarakat masih lebih senang pelayanan tatap muka, karena itu  Bapenda kini memikirkan untuk membuka loket baru, termasuk  kembali melayani pada Jumat, meskipun hanya setengah hari.

“kami sedang memikirkan untuk menambah loket pelayanan. Sebab saat ini, dari sembilan loket,  semua padat melayani  masyarakat yang ingin bayar PBB, BPHTB dan urusan lainnya.  Sebab masyarakat belum banyak manfaatkan layanan online, yang sudah disiapkan,” kata PLT Kepala Bapenda Kutim Andi Nur Hadi Putra.

Diakui, untuk mengubah sitem pelayanan itu, dibutuhkan kebijakan dari pimpinan, dalam hal ini  PLT Bupati. Awalnya, pembatasan waktu dilakukan  karena corona. Namun, dengan kondisi sekarang, dimana masyarakat berjubel membayar kewajibannya,  sehingga perlu diberikan kesempatan yang lebih luas, untuk membayar pajak, agar tidak berjubel.

“Kami pikim kalau waktu pelayanan lebih panjang, harinya nambah, termasuk loket tambah, maka proses akan cepat selesai. Karena itu, kami tunggu kebijakan  pimpinan, untuk mengubah waktu pelayanan,” katanya. 

Sementara itu,  Hana,  salah seorang  warga Kutim mengakui,   dia mengurus PBB,  BPHTB, itu butu waktu hingga lima hari, karena antri.  Pernah sudah ikut antri, pelayanan turup, terpaksa kembali. Urus PBB, karena banyaknya syarata baru,  makanya  dua hari baru selesai.  Pindah loket, urus BPHTB, juga sama, karena antrian panjang. “Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya Bapenda membuka  lagi loket baru. Kemudian waktu pelayanan dinormalkan kembali,  termasuk tetap melayani masyarakat pada Jumat. Karena kalau tidak, akan terus terjadi penumpukan masyarakat di ruang tunggu,” katanya. (jn)